Tidak Dikategorikan

Perbedaan Katun Combed dan Carded

Pemilihan bahan dalam pembuatan kaos polos sangat penting karena berkaitan erat dengan tingkat kenyamanan kaos polos tersebut saat dipakai. Mengetahui  jenis bahan kaos polos sangat penting jika ingin mendapatkan hasil yang berkualitas. Jika ingin mendapat hasil yang berkualitas biasanya kaos polos menggunakan bahan katun seperti Cotton Combed dan Cotton Carded karena memiliki banyak kelebihan. Kedua istilah bahan tersebut mungkin sudah sering kita dengar meskipun belum mengetahui perbedaan keduanya. Perbandingan berikut ini akan menjelaskan karakteristik masing-masing bahan untuk mengetahui jenis bahan yang palig baik dalam pembuatan kaos :

Cotton Combed , Istilah Cotton Combed ini berasal dari nama mesin yang dikenal dengan mesin combing, dimana dalam proses pemintalannya benang yang terbuat dari kapas akan melalui proses combed atau disisir dengan mesin combing. Melalui proses ini serat kapas yang dihasilkan lebih panjang dan sisa kapas yang lebih pendek akan dihilangkan sehingga benang yang dihasilkan akan lebih kuat dan halus.berikut adalah karakteristik Cotton Combed :

  • Kainnya nyaman dan lembut karena terbuat dari 100% katun
  • Kainnya lebih kuat dan tidak mudah robek, tersedia dalam ketebalan 20s,23s, dan 30s yang menunjukkan tipe rajutan jarum tunggal yang rapat dan padat
  • Memiliki serat yang lebih halus dari Cotton Carded
  • Harga relative lebih mahal karena mudah disablon dan tidak berbulu
  • Memiliki daya sera keringat yang baik sehingga cocok dikenakan pada saat cuaca panas
  • Tingkat kerataan benang sangat baik karna jarang ada sambungan serat kapas, biasanya digunakan untuk pembuatan kaos distro
  • Tidak mudah menyusut saat dicuci.

Cotton Carded, proses Cotton Carded tidak sama dengan proses Cotton Combed, dimana pemintalan benang hanya melalui mesin carding dan proses pemisahan kapas dilakukan dengn cara menggaruksehingga masih terdapat sisa serat kapas yang pendek.bahan kain yang dihasilkan tidak sehalus Cotton Combed karena masih mengandung serat kapas yang pendek. Berikut adalah karakteristik dari Cotton Carded :

  • Terbuat dari 100% katun yang memiliki kualitas naik
  • Tersedia dalam ketebalan 20s, 23s, 30s dimana jenis rajutan single atau jarum tunggal sehingga lebih rapat dan kurang lentur
  • Harga dibawah Cotton Combed,tetapi sama dengan Cotton Combed yaitu memiliki daya serap keringat yang baik dan nyaman untuk dikenakan
  • Memiliki tingkat kerataan benang yang kurang baik dan cenderung menyusut saat dicuci
  • Cenderung Berbulu karena masih ada sisa benang pendek.
Tidak Dikategorikan

Tips Memilih Kaos Berkualitas

Tentunya semua orang ingin memiliki barang yang awet dan berkualitas tinggi. Maka dari itu pada waktu pembelian suatu barang harus memilih dengann benar, salah satunya dalam membelli kaos polos. Meskipun tidak bercorak atau polos, anda juga harus memilihnya dengan benar. Sebelum membelinya anda harus mengetahui  tips memilih kaos polos yang berkualitas.

Dalam proses pemilihan kaos polos yang berkualitas sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu memperhatikan bahan dan kualitas yang dimilliki oleh kaos tersebut. Pemilihan barang sebelum membeli dimaksutkan untuk mencegah terjadinya rasa  kecewa yang dialami para pembeli karena barang yang dibeli tidak sesuai dengan harapan.

Beberapa Macam Tips Memilih Kaos Polos Yang Berkualitas
Bagi anda yang masih penasaran apa saja tips atau cara untuk memillih kaos polos yang berkualitas, langsung saja menyimak penjelasan berikut ini. Lets check it!

  1. Memilih kaos polos yang dapat menyerap keringat
    Iklim Indonesia yang tropis menyebabkan suhu di seluruh wilayahnya terik dan panas. Hawa panas yang ada di negara kita ini pastinya membuat siapa saja berkeringat. Untuk menghadapi iklim Indonesia yang panas, para masyarakat tentunya memilih baju berbahan yang dapat menyerap keringat.

    Dalam memilih dan membeli kaos polos pun juga demikian, anda harus memilih kaos yang dapat menyerap keringat. biasanya lebih adem dan enteng bila digunakan. Tidak hanya itu, kaos yang berbahan menyerap keringat lebih nyaman jika dikenakan di negara tropis seperti Indonesia.
     
  2. Memilih kaos polos yang berbahan cotton combed
    Tentunya semua orang dalam memilih dan membeli baju menginginkan pakaian  yang nyaman dipakai bukan? Nah dalam dan baju model lainnya disarankan anda memilih yang berbahan cotton combed. Kaos polos yang berbahan cotton combed sangat dingin dan nyaman bila dikenakan. Ciri ciri kaos polos yang berbahan 100% cotton combed adalah kainnya tebal, tidak panas dan agak lentur. Kaos polos yang berbahan cotton combed sangat cocok digunakan di negara yang memiliki panas  matahari terik seperti di Indonesia ini.
     
  3. Memilih kaos polos yang tidak kendur
    Tips memilih kaos polos yang berkualitas 
    yang selanjutnya adalah yang tidak kendur. Anda harus pandai memilih bahan kaos polos yang tebal seperti cotton combed. Hal ini bertujuan untuk menghindari kaos yang kendur saat berulang kali dicuci. Bahan kaos polos yang berkualitas buruk akan kendur bila berkali kali dicuci, apalagi jika anda mencucinya dengan menggunakan mesin cuci. Kaos yang kendur tentunya membuat si pemakai menjadi tidak percaya diri bukan?
     
  4. Memilih kaos polos yang tidak mudah luntur
    Kemudian tips memilih kaos polos yang berkualitas yang selanjutnya adalah adalah kaos polos yang tidak mudah luntur. Kaos polos atau jenis pakaian lainnya yang mudah luntur saat dicuci tentunya sangat merugik. Disamping dapat melunturi pakaian yang lain, warna dari kaos polos tersebut juga akan memudar. Maka dari itu sebelum membeli kaos polos sebaiknya anda memperhatikan bahan pewarna yang digunakan pada kaos tersebut.
     
  5. Memilih kaos polos yang mudah disetrika
    Kaos polos yang mudah kusut tentunya sangat sulit untuk disetrika. Tentunya semua orang tidak mau menggunakan kaos atau baju yang kusut bukan? Maka dari itu anda harus memilih dengan benar bahan kaos polos atau pakaian sebelum anda membelinya.

Beberapa tips memilih kaos polos yang berkualitas yang telah dijelaskan diatas semoga dapat menjadi pengetahuan bagi anda para pembaca dirumah. Sebaiknya anda mengindahkan beberapa tips diatas agar tidak timbul rasa kecewa setelah anda membelinya.

Tidak Dikategorikan

Sejarah Perkembangan Kaos Polo

Polo shirt atau kaos polo yang dikenal juga sebagai kaos kerah kini penggunanya telah massif dan dipakai oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan menengah ke atas dengan berbagai merek kaos polo yang telah mendunia dengan harga premium maupun kalangan menengah ke bawah yang menggunakan polo shirt. Kaos kerah ini pun sering digunakan untuk media promosi oleh berbagai perusahaan dengan berbagai bidang dengan berbagai bidang untuk menyampaikan pesan bagi para konsumen mereka.

Dahulu kaos kerah ini hanya digunakan untuk berolahraga, tetapi lain dengan zaman sekarang, dimana kaos polo telah merambah dunia fashion dan digunakan dalam berbagai kesempatan. Kegiatan olahraga tentu membutuhkan pakaian yang menunjang gerak dan performa dalam melakukan berbagai gerakan, pakaian yang tidak pas untuk olahraga tertentu pastinya akan menghambat atlit tersebut dalam bergerak. Namun dibalik trendnya, apakah kalian sudah mengetahui sejarah polo shirt? kami akan membahas sejarah polo shirt dan perkembangannya:

Kata polo dimulai ketika para pemain olahraga polo. Sebuah olahraga permainan beregu mirip sepak bola, dimana satu tim beregu menggunakan kuda sebagai ‘kendaraan’ dan membawa palu bergagang panjang yang digunakan untuk memukul bola putih kecil dan mencetak gol ke gawang lawan. Kala itu para pemain olahraga polo ini menggunakan kemeja yang memiliki bagian lengan panjang serta kancing kerah, serta terbuat dari bahan yang bernama Oxford-cloth. Ciri khas kemeja berkerah ini lah kemudian yang menjadi ciri khas kaos polo, apalagi setelah salah satu pedagang kelontong dan seorang pemain polo asal Argentina memproduksi pakaian jenis kaos kerah ini dengan membordir logo pemain polo di bagian dada disetiap kaos kerah tersebut.

Setelah itu ada Ralph Lauren yang juga memproduksi kaos kerah ini dan juga menambahkan logo pemain polo pada pakaian yang ia produksi, dari situlah istilah kaos polo atau polo shirt kemudian tersebar luas dan menjadi ciri utama kaos berkerah. Selain dari olahraga polo kaos kerah ini juga menjadi trend di dunia olahraga tenis, sekitar abad sembilan belas dan awal-awal abad duapuluh, pakaian olahraga tenis tidaklah terlalu nyaman, baju lengan panjang yang digulung, terdapat kancing, lalu celanan flanel serta dasi. Pakaian yang diberinama “tennis whites” memberikan kesulitan gerak tersendiri juga memberikan ketidaknyamanan bagi para atlit pemakai pakain ini.

Lalu seorang juara Grand Slam (salah satu kejuaran tenis bergengsi Inggris) memberikan sebuah pencerahan atas pakaian tenis dan membawa fashion sport ke babak selanjutnya. Orang itu bernama Rene Lacoste,  juara tujuh kali Grand Slam. Dia merancang sebuah pakaian yang lebih nyaman dan lebih menyenangkan untuk dipakai dalam olahraga tenis. Jenis kaos ini diberi nama istilah ‘petit pique’, pakaian ini berwarna putih, lengan pendek, kancing, kantung kecil serta kerah yang agak panjang (semacam kerah baju khas 80-an) dan bahan yang nyaman serta tidak kaku, dan sejeni karet di ujung lengan yang membuatnya tidak mudah tergulung, sehingga tidak menyulitkan dalam bergerak.

Lacoste menggunakan kaos kerah pada tahun 1926 di kejuaraan US Open, dan untuk identitas pakaian ini pada tahun 1927 dan seterusnya Lacoste menambahkan logo buaya kecil di bagian dada kiri pakaiannya, karena ia dikenal sebagai ‘the alligator’. Kala itu kaos ini belum diproduksi massal, namun sejak tahun 1933, Lacoste yang telah pensiun dari tenis profesional, bekerjasama dengan rekannya mulai memasarkan pakaian dengan merek Lacoste ke masyarakat luas, tentu dengan identitas khas logo buaya dibagian kiri kaos kerahnya.

Selain nama diatas ada satu lagi nama pemain tenis serta pendiri merek polo shirt yang terkenal, terutama di dunia fashion dan ikut andil dalam membuat kaos kerah menjadi trend di dunia fashon, ia adalah Fred Perry, salah seorang pemain tenis yang disebut sebagai salah satu dari enam pemain tenis terbesar sepanjang sejarah. Selain itu Perry juga seorang pemain tenis meja dan penemu sweatband. Dengan kesuksesannya sebagai pemain tenis, Perry pada tahun 1940 didekati oleh seorang pemain football Australia bernama Tibby Wegner, mereka kemudiaan memproduksi kaos kerah dengan ciri yang sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan menjadi sebuah pakaian olahraga yang sangat sukses. Kini merek Fred Perry dimiliki oleh perusahaan Jepang dan telah menjadi salah satu ikon fashion untuk polo shirt.

Trend polo shirt ini sangat baik untuk dimanfaatkan bagi para pelaku konveksi kaos, selain telah menjadi trend dan dikenal di masyarakat umum. Beberapa bahan yang bisa digunakan untuk jenis polo shirt ini antara lain kain combed, carded, dan lacoste. Beberapa elemen tambahan yang bisa ditambahakan pada pakaian ini antara lain kantung kecil di bagian dada, atau sablonan serta bordir logo atau teks yang bisa diletakkan di bagian dada atau punggung.